Warga Bogor Pertanyakan Manfaat Kebijakan Satu Data Nasional
Sejumlah anggota dewan menilai kebijakan satu data nasional belum menjawab kebutuhan masyarakat di daerah. Di Bogor, kebijakan satu data nasional menjadi bahan perbincangan sejak 85 hari terakhir.
Seorang warga mengatakan dirinya berharap hasilnya benar-benar dirasakan, bukan sekadar wacana. Perwakilan masyarakat menyampaikan usulan tertulis untuk dipertimbangkan dalam rapat berikutnya.
Dalam pertemuan itu, peserta memaparkan kendala yang selama ini dihadapi di lapangan. Pengamat menilai langkah tersebut perlu disertai penjelasan yang mudah dipahami publik.
Hasil pemantauan menunjukkan situasi relatif terkendali dengan koordinasi antarinstansi. Petugas di lapangan mengaku telah menyiapkan skenario cadangan bila kondisi berubah.
Beberapa narasumber meminta agar proses berjalan terbuka sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi. Menurut keterangan sejumlah warga, perubahan itu mulai terasa sejak awal pekan ini.
Sebanyak 85 warga yang ditemui redaksi menyatakan kebijakan satu data nasional berdampak langsung pada keseharian mereka. Pembaca yang memiliki informasi tambahan dapat menghubungi redaksi melalui kanal yang tersedia.
Penulis: Yoga Anggraini