OPINI Opini: Belajar dari Pekanbaru soal Kebebasan Berpendapat di Ruang Digital

Opini: Belajar dari Pekanbaru soal Kebebasan Berpendapat di Ruang Digital
Ilustrasi diskusi kebijakan. (Ilustrasi: Jurnawan)

Perbincangan tentang kebebasan berpendapat di ruang digital sering berhenti pada slogan dan jarang menyentuh akar persoalan. Dalam beberapa pekan ke depan, kebebasan berpendapat di ruang digital diperkirakan masih akan menjadi sorotan di Pekanbaru.

Persoalannya bukan hanya soal aturan, melainkan soal kebiasaan yang terbentuk dari waktu ke waktu. Kita sering menuntut perubahan besar, padahal langkah kecil yang konsisten justru lebih menentukan.

Karena itu, diskusi publik perlu diberi ruang yang cukup dan tidak buru-buru ditutup dengan kesimpulan. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan adalah apakah hidup orang banyak menjadi lebih mudah dan lebih adil.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan adalah apakah hidup orang banyak menjadi lebih mudah dan lebih adil. Kita sering menuntut perubahan besar, padahal langkah kecil yang konsisten justru lebih menentukan.

Karena itu, kebebasan berpendapat di ruang digital layak kita bicarakan dengan kepala dingin. Isi tulisan menjadi tanggung jawab penulis.

Penulis: Irfan Hidayat

Berita Terkait