Pusat Data Daerah Makin Banyak Dipakai, Ini Risikonya

Pusat Data Daerah Makin Banyak Dipakai, Ini Risikonya
Layar perangkat menampilkan antarmuka aplikasi. (Ilustrasi: Jurnawan)

Peneliti kampus memperkenalkan pusat data daerah dalam sebuah lokakarya terbuka yang dihadiri ratusan peserta. Catatan redaksi menunjukkan pusat data daerah sudah beberapa kali muncul dalam laporan warga sepanjang tahun ini.

Pengamat menilai langkah tersebut perlu disertai penjelasan yang mudah dipahami publik. Pihak terkait menyebut data awal masih akan dilengkapi sebelum diumumkan secara resmi.

Menurut keterangan sejumlah warga, perubahan itu mulai terasa sejak awal pekan ini. Beberapa narasumber meminta agar proses berjalan terbuka sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi.

Di sejumlah titik, aktivitas berjalan seperti biasa meski sebagian warga masih menunggu kepastian. Perwakilan masyarakat menyampaikan usulan tertulis untuk dipertimbangkan dalam rapat berikutnya.

Narasumber menegaskan bahwa angka yang disampaikan masih bisa berubah mengikuti perkembangan. Seorang warga mengatakan dirinya berharap hasilnya benar-benar dirasakan, bukan sekadar wacana.

Peneliti kampus menyebut pusat data daerah akan terus dipantau agar tidak menimbulkan persoalan baru. Perkembangan lengkap akan disajikan dalam laporan lanjutan.

Penulis: Juwita Nasution

Berita Terkait